Korea Selatan semakin banyak dilirik oleh orang Indonesia untuk dijadikan tujuan wisata luar negeri. Ada banyak sekali obyek wisata yang bisa dilihat di sana. Pemandangan yang indah adalah daya tarik yang unik dari negara ini. Negara dengan ibu kotanya Seoul ini juga menjadi magnet dunia bagi para penyuka drama Korea dan penyanyi Korea.
Ada banyak sekali drama Korea yang menjadi pembangkit keingintahuan masyarakat terhadap negeri ginseng ini. Para penyanyi Korea juga memiliki banyak peniru di negara-negara di berbagai dunia. drama Korea ‘Winter Sonata’ adalah salah satu penyebab banyak turis yang datang ke sana. Mereka ingin menikmati keindahan setting yang dihadirkan pada drama tersebut.
Pulau Jeju adalah salah satu pulau yang indah di Korea Selatan. Selama ini memang hanya pulau ini saja yang banyak dibicarakan oleh orang-orang. Sebenarnya ada tempat wisata di Korea Selatan yang juga menarik untuk dikunjungi. Pulau Jindo adalah namanya. Pulau yang ada di barat daya Semanjung Korea ini merupakan salah satu pulau tersebut di negara ini.
Pulau Jindo dijadikan tempat pembuangan politik karena jauh dari pusat kekuasaan. Oleh sebab itu, pulau ini menjadi pusat pemberontakan atas pemerintahan yang ada di Semenanjung Korea. Kekayaan alamnya yang melimpah, terkadang mengalihkan perhatian atas fungsi pulau ini sebagai tempat pembuangan politik.
Sejak Dinasti Goryeo, Pulau Jindo dijadikan tempat pembuangan orang-orang yang bisa disebut sebgai pemberontak. Salah satu pemberontak yang diasingkan ke pulau ini adalah Yi Ja-gyeom karena pemberontakan ayahnya terhadap pemerintahan Raja Injong. Fungsinya sebagai tempat pengasingan juga masih berlaku pada Dinasti Joseon.
Pulau Jindo menjadi salah satu pulau yang wajib dikunjungi jika anda ingin melakukan wisata di Korea Selatan. Selain tempatnya yang unik sebagai tempat pengasingan, pulau ini memiliki kejadian yang juga inik yang terjadi pada akhir bulan Februari dan pertengan bulan Juni.
Pada masa itu, air laut sangat rendah. Hal ini menyebabkan dasar laut muncul ke permukaan. Dasar laut itu sepanjang 2,9 km dan selebar 10-40 meter. Jalan yang muncul karena air laut rendah itu merupakan jalan yang menghubungkan Pulau Jindo dengan Pulau Modo.
Jalan lintas tersebut hanya bertahan selama 1 jam saja. Dan untuk merayakan kemunculan jalan itu, masyarakat Korea mengadakan festival lokal. Festival tersebut dinamakan Jalan Laut Sindo. Banyak sekali masyarakat dan turis yang datang untuk melihat fenomena alam ini.
Fenomena alam tengah lautan yang terbelah ini menjadi salah satu daya tarik wisata di Korea Selatan. Ternyata lautan yang terbelah tersebut memiliki legenda. Legenda tentang wanita tua yang bernama Ppong yang berdoa kepada Raja Naga agar dapat menyeberang dan bertemu dengan keluarganya. Ketika Ppong terbangun, dasar laut yang menghubungkan kedua pulau tersebut surut dari air.